Selekda Judo Senior Jatim 2010

Tgl 5 Desember 2010 kemarin telah dilangsungkan seleksi daerah Judo Jatim di GOR Kertajaya Surabaya.

Seleksi ini dilakukan untuk mempersiapkan Kejuaraan Nasional Senior Judo di GOR Ken Arok Malang yang akan dilangsungkan pada pertengahan bulan Desember 2010.

Pada selekda ini PJSI Malang mengirimkan 9 atletnya, yaitu Yoga Hayu B, Ari Wibowo K, Amjad Elfarabi, Agung Dwi D, Rizky Wahyu Ulfayani, Lutvie Zakaria, Rizal, Gilar dan Ferman Hardi.

Dari 9 atlet yg dikirimkan oleh PJSI Malang, hanya Yoga Hayu B dan Ari Wibowo K yang lolos sampai ke kejuaraan nasional.

Semoga di tahun 2011, kami dapat memberikan yang lebih baik untuk PJSI Malang. amiin ^_^

PJSI MALANG…JAYA…JAYA…JAYA!!!

Leave a comment »

Membuat Master Slide Pada Ms. PowerPoint 2003


Sebagai mahasiswa, kita tidak lepas dari sebuah kata yang dinamakan presentasi. Presentasi yang kita lakukan sering menggunakan fasilitas microsoft power point. Kali ini kita akan mempelajari tentang membuat presentasi menggunakan master slide microsoft power point 2003.

1.            Mengoperasikan Microsoft  PowerPoint 2003

(Klik Icon yang  bertuliskan Microsoft PowerPoint 2003)

 

Setelah itu akan tampil seperti gambar di bawah ini:

 

2.            Membuka fasilitas master slide yaitu dengan klik View kemudian Slide dan pilih Slide Master.

Setelah mengklik Slide Master, akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

Tampilan di atas adalah slide untuk mengisi Isi atau Sub bab presentasi.

a.  Untuk membuat judul Sub bab presentasi, tempatnya adalah di Click to edit Master tittle style.

b.  Untuk menuliskan penjelasan atau isi dari presentasi, tempatnya adalah Click to edit Master text style.

c.  Untuk mendesain slide, anda dapat menggunakan fasilitas Autoshape yang berada di bar bawah.

Contoh tampilan master slide yang telah di desain adalah sebagai berikut:

3.      Membuat slide untuk judul atau cover master slide (master text), yaitu dengan klik Insert kemudian klik New Title Master.

Akan terlihat tampilan sebagai berikut:

a.              Untuk menuliskan judul presentasi, tempatnya adalah pada Click to edit Master title style.

b.             Untuk menuliskan nama anda atau tulisan lainnya, tempatnya adalah Click to edit Master subtittle style.

 

4.      Anda dapat mengisi slide-slide berikutnya dengan isi presentasi yang anda kehendaki setelah anda membuat slide sub bab presentasi dan cover serta keluar dari Master Slide. Cara untuk keluar dari master slide adalah dengan mengklik tulisan Close Master View.

5. Setelah keluar, anda dapat mengisi Judul Presentasi dan Isi Presentasi.


6. Untuk menambah slide, klik Enter.

Paparan di atas adalah cara untuk membuat master slide sederhana, semoga bermanfaat.

Selamat Mencoba…

Leave a comment »

LANDASAN PENDIDIKAN

I. Landasan Filosofi

Pendidikan dan filsafat mempunyai kaitan yang erat satu dengan yang lain. Filsafat mencoba merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat. Sedangkan pendidikan berusaha mewujudkan citra tersebut. Oleh karena itu landasan filsafat wajib dimiliki oleh setiap pendidik atau guru yang menjadi pedoman perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tugas pendidikan.

Menurut Ardhana dkk aliran-aliran filsafat adalah sebagai berikut :

a.Idealisme
Aliran ini menegaskan bahwa hakikat kenyataan adalah ide sebagai gagasan kejiwaan. Idealisme juga disebut spiritualisme, mengajarkan bahwa ide atau spirit manusia yang menentukan hidup dan pengertian manusia.

b. Realisme
Aliran ini menekankan bahwa nilai-nilai yang bersifat absolut dan abadi berdasarkan hukum alam. Aliran ini sering disebut dengan positivisme atau meterialisme.

c. Perenialisme
Aliran ini menekankan pada teori kehikmatan, yaitu :
1. Pengetahuan yang benar (truth)
2. Keindahan (beauty)
3. Kecintaan pada kebaikan (goodness)
Dinamakan perenialisme karena kurikulumnya berisi materi yang konstan atau perennial.

d. Esensialisme
Aliran ini merupakan mazhab filsafat pendidikan yang menerapkan prinsip idealisme dan realisme secara elekptis. Aliran ini sering disebut pemelihara atau pelestarian kebudayaan.

e. Pragmatisme
Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa kebenaran adalah apa yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan perantaraan akibat-akibatnya bermanfaat secara praktis.

f. Progresivisme
aliran ini merupakan gerakan pendidikan progresif yang bertujuan mengembangkan teori pendidikan yang mendasarkan diri pada beberapa prinsip.
g. Rekonstruksionisme
aliran ini merupakan variasi aliran progresivisme yang menginginkan kondisi manusia pada umumnya harus diperbaiki dan bercita-cita merekonstruksi kehidupan manusia secara total.

h. Eksistensialisme
Filsafat pendidikan ini berpendapat bahwa kenyataan atau kebenaran adalah eksistensi atau adanya individu manusia itu sendiri.

Manfaat Landasan Filsafat
• Menentukan arah akan kemana anak didik dibawa
• Mendapatkan gambaran yg jelas tentang hasil yg harus dicapai dalam program pendidikan
• Menentukan cara dan proses untuk mencapai tujuan pendidikan yg ingin dicapai
• Memberi kesatuan yg bulat ttg segala upaya pendidikan yg dilakukan
• Memungkinkan para pengelola pendidikan melakukan penilaian ttg segala upaya yg telah dilaksanakan dalam implementasi pendidikan.

II. Landasan Sosiologis

Ialah sosiologi pendidikan yang merupakan analisis ilmiah ttg proses sosial dan pola-pola interaksi sosial dalam sistem pendidikan.

Sosiologi sendiri mempunyai makna ilmu yang mempelajari berbagai tindakan sosial yg menjelma dalam realitas sosial. (August Comte 1839).
Sosiologi adalah ilmu yg mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. (Pidarta 1997).

Kajian sosiologi tentang pendidikan, pendidikan dalam hal ini mencakup semua jalur pendidikan baik pendidikan sekolah maupun pendidikan di luar sekolah yg dipengaruhi oleh berbagai kelompok sosial masyarakat.Untuk terciptanya kehidupan bermasyarakat yag rukun dan damai terciptalah nilai –nilai sosial dan norma-norma yang dalam perkembangannya dan harus dipatuhi oleh masing-masing anggota masyarakat.

Norma-norma kehidupan masyarakat menurut yang dianut pengikutnya adalah :
a. Paham individualisme
b. Paham kolektivisme
c. Paham integralistik

III. Landasan Kultural

Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia berupa norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan, dan tingkah laku yang dipelajari dan dimiliki oleh semua individu.

Proses transformasi nilai-nilai kebudayaan tersebut ada tiga bentuk, yaitu :
1 Nilai-nilai yang masih cocok diteruskan
2. Nilai-nilai yang kurang cocok diperbaiki
3. Nilai-nilai yang tidak cocok diganti atau ditinggalkan

IV. Landasan Psikologis Pendidikan

Psikologi adalah kajian ilmiah atau ilmu tentang jiwa, roh atau mental.
Menurut Maslow kebutuhan manusia dibagi menjadi enam kelompok mulai dari yang paling rendah, yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan untuk mempertahankan hidup (makan, tidur dan sebagainya)
2. Kebutuhan rasa aman
Yaitu kebutuhan untuk secara terus-menerus merasa aman dan bebas dari ketakutan.
3. Kebutuhan akan cinta dan pengakuar
Kebutuhan berkaitan dengan kasih saying dan cinta dalam kelompok dan dilindungi oleh orang lain.
4. Kebutuhan harga diri
Yaitu kebutuhan berkaitan dengan perolehan pengakuan oleh orang lain sebagai orang yang berkehendak baik.
5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri
Yaitu kebutuhan untuk dapat melakukan sesuatu yang mewujudkan potensi-potensi yang dimiliki (menyatakan pendapat, perasaan).
6. Kebutuhan untuk mngetahui dan memahami
Yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan penguasaan IPTEK.

Keunikan sifat pribadi seseorang terbentuk karena peranan tiga faktor penting, yaitu ;
a. Faktor keturunan
b. Faktor lingkungan
c. Faktor diri

V. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang memenuhi kriteria dari segi Ontologis (pengalaman empirik sebagai objek ilmu), Epistemologi (metode ilmiah) dan Axiologis (kegunaan ilmu).

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diperoleh melalui berbagai cara penginderaan terhadap fakta, rasio, intuisi dan wahyu.
Pengembangan adalah hasil dari ilmu terapan yang ditransformasikan menjadi bahan, alat, atau prosedur kerja.

Langkah-langkah pengembangan dan pemanfaatan IPTEK antara lain:
1. Penelitian dasar
2. Penelitian terapan
3. Pengembangan teknologi
4. Penerapan teknologi
5. Evaluasi ethis-polotis religius
6.
Manfaat IPTEK yang melandasi pendidikan menurut Tim Dosen FIP (1995) harus mampu :
1. Memberikan kesejahteraan lahir dan batin setinggi-tingginya
2. Mendorong pemanfaatan pengembangan sesuai tuntutan zaman
3. Menjamin penggunaanya secara bertanggung jawab
4. Memberi dukungan nilai-nilai agama dan nilai luhur budaya bangsa
5. Mencerdaskan kehidupan bangsa
a. Meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas sumber daya manusia.

Leave a comment »

MUSCULAR CHRISTIANITY

Muscular Christianity
(Group Task)

Much has been written about the Puritanism philosophy that pervaded early American history. It was indeed a stern view of human life, which left little room for physical activity that was unrelated to work and took a harsh view of anything that was playful. The new world of America was in many respects an inhospitable place, one that could be developed only through a strong work ethic and a climate in which codes of behavior were strict. Thus, Puritanism- a set of beliefs deriving from the stricter forms of religion that grew from the Reformation-served a genuine purpose in development of America. By the mid-nineteenth century, however, the eastern half of the nation was well developed, the Industrial Revolution was at hand, a middle class was emerging, cities were developing, and the once-strong hand of the Puritan philosophy was gradually losing its grip on the social life of the young nation. It was within this context that religion and sport reached an “understanding” through the philosophy that was to be called muscular Christianity.

This philosophy was not necessarily associated with any one person or group or movement, yet it was an idea whose time had come for America. One important force for the move away from Puritanism and toward muscular Christianity was the American philosopher Ralph Waldo Emerson. Greatly influenced by what he saw as the best in English education and life, Emerson developed an American philosophy of self-reliance and faith in human perfection. His philosophy contained a central place for sport and fitness:

Emerson reckoned that moral and physical courage were partly dependent on body fitness. “For performance of great mark,” he said, “it (the body) needs extraordinary health.” In his The Conduct of life, Emerson noted that “the first wealth is health.” He admired the great men of the past and urged young people to read their exploits. Yet sometimes youth does not take readily to books, he noted. “Well, the boy is right; and you are not fit to direct his bringing up, if your theory leaves out gymnastic training, archery, cricket, gun and fishing rod, horse and boat, all are educators, liberalizers.” (Lucas & Smith, 1978, p.88)

The idea that participation in sport had moral benefit was almost directly opposite ti the puritan philosophy-and, gradually, the idea took hold.

Muscular Christianity is the label given to the philosophy that physical fitness and sporting prowess were important avenues through which mental, moral, and religious purposes were developed and sustained. An important source for this philosophy was the educational ideals of aristocratic British education. Charles Kingsley, a prominent American clergyman, greatly admired the combination of sport, fitness and intellectual-moral training that boys received in elite British schools. He borrowed those combinations as he wrote and spoke about the new vision of the religious person in whom moral, intellectual and physical characteristics were equally important (Smith & Lucas, 1978)

The philosophy of muscular Christianity spread quickly and was made even more popular through the novel Tom Brown’s Schooldays, a best seller in the 1850s. The book told the story of life at the Rugby School an elite British boys secondary school. The headmaster of the Rugby School was Thomas Arnold, a figure of major proportions in British philosophy and education. Arnold believed in an education that produced manliness, courage, patriotism, moral character and team spirit as wall as intellectual independence. Sport and fitness were considered to be important activities through which such goals were achieved. In the late nineteenth century in England, this philosophy was called Arnoldism; it is virtually identical to what is described here as muscular Christianity.

The novel, Tom Brown’s Schooldays, was a highly romantic book in which sport and fitness occupied a more important role than they did in the real life of the Rugby School. Nonetheless, this novel was read widely by educators, clergy, and common people, all of whom were influenced by the idea that competitive sport was an attribute of the virtuous, moral life. It was the general acceptance of these notions that allowed sport to develop so quickly in the last part of the nineteenth century in America.

SUMMARY
Puritanism philosophy was indeed a stern view of human life, which left little room for physical activity that was unrelated to work and took a harsh view of anything that was playful.
Thus, Puritanism a set of beliefs deriving from the stricter forms of religion that grew from the Reformation-served a genuine purpose in development of America.
But by the mid-nineteenth century, the Puritan philosophy was gradually losing its grip on the social life of the young nation. It was within this context that religion and sport reached an “understanding” through the philosophy that was to be called muscular Christianity.
Muscular Christianity was revealed by American philosopher Ralph Waldo Emerson. Greatly influenced by what he saw as the best in English education and life, Emerson developed an American philosophy of self-reliance and faith in human perfection. His philosophy contained a central place for sport and fitness:
Emerson reckoned that moral and physical courage were partly dependent on body fitness. Emerson noted that “the first wealth is health.” He admired the great men of the past and urged young people to read their exploits.
Muscular Christianity is the label given to the philosophy that physical fitness and sporting prowess were important avenues through which mental, moral, and religious purposes were developed and sustained. An important source for this philosophy was the educational ideals of aristocratic British education.
The philosophy of muscular Christianity spread quickly, Sport and fitness were considered to be important activities through which such goals were achieved. In the late nineteenth century in England, this philosophy was called Arnoldism; it is virtually identical to what is described here as muscular Christianity.
The novel, Tom Brown’s Schooldays, was a highly romantic book in which sport and fitness occupied a more important role than they did in the real life of the Rugby School. Nonetheless, this novel was read widely by educators, clergy, and common people, all of whom were influenced by the idea that competitive sport was an attribute of the virtuous, moral life.

PROBLEM
From this article we can conclude that the main problem is:
In Puritanism philosophy, physical activities (sports) was a indeed a stern view of human life, which left little room for physical activity that was unrelated to work and took a harsh view of anything that was playful. So, sports did not have a good place in their mind.

SOLUTION
There was a great novel, it was Tom Brown’s Schooldays novel. This novel told the story of life at the Rugby School an elite British boys secondary school. This novel was read by many people include clergy and educator because there was a good sense, competitive sport was an attribute of the virtuous and moral life. It was the general acceptance of these notions that allowed sport to develop so quickly in the last part of the nineteenth century in America.

SUGESSTION
We have to thanks because we live in modern times, where people think that sports is a good activity. People might be able to understand that physical activities, fitness, and gymnastic is necessary to our live goodness. It is not an unless activity. It is enjoy, make healthy and in otherwise it can give income for many people. There is not loss if we join sports.

Leave a comment »

How To Get Swimming Skill Well

a. Swim Regularly
Routine practice several times a week helps improve swimming skills more quickly than longer sessions which take place with less frequency.

b. Use specific drills in practice sessions
Try to swim the same amount of distance each practice sessions and utilize the same same methods and drills. This should apply to way you leave the wall and conduct your turns as much as it does the particular techniques of the strokes you want to improve.

c. Time our swimming with a waterproof watch or by watching the clocks visible at most public swimming pools
Set goals for yourself depending how quickly you can swim a given distance and then work on improving those times.

d. Incorporate flippers in your practice
While you should not use them all the time, they do help perfect your body position and strengthen your leg muscles. When you remove them, try to maintain the position they give: you will find that your speed and technique both improve.

e. Record your swimming record with video camera
It allows you to study your form and identify areas which can use improvement.

f. Watch your hand movements as they enter the water while you are swimming.
You want to slice them like knives and drive them in right about at you’re your eye-line, then drive them forward through the water from there. This will improve the efficiency of your stroke. Cupping your hands also allows you to pull yourself through the water. If you leave your finger spread out, you lose valuable traction.

g. Work on minimizing your kick in the water.
A lot of energy is wasted when your kick is too broad, but if you want keep the movement to a minimum, you will improve not only your speed, but the balance of your body in water as well.

Leave a comment »

Contoh Soal-soal untuk kelas VII semester 1

1. Lama permainan permainan bola basket adalah…
a. 2 x 20 menit
b. 2 x 30 menit
c. 2 x 40 menit
d. 2 x 45 menit
e. 2 x 25 menit

2. Gerakan lay-up shoot diawali dengan melangkah sebanyak…
a. 1 langkah
b. 2 langkah
c. 3 langkah
d. 4 langkah
e. 5 langkah

3. Latihan berporos satu kaki atau pivot dalam permainan bola basket…
a. Melindungi bola dari sergapan lawan
b. Menghindari serangan lawan
c. Mendekatkan bola ke keranjang lawan
d. Memperagakan teknik bertahan
e. Mengkombinasikan teknik dasar

4. Pengembalian bola yang menyentuh net dan masuk ke lapangan lawan dalam permainan bulutangkis maka akan terjadi…
a. Pengembalian diulang
b. Bola masuk
c. Pindah bola
d. Bola mati
e. Service diulang

5. Pada pukulan forehand smash yang perlu dipehatikan antara lain, kecuali…
a. Shuttlecock dipukul kebawah dengan sudut jatuh sebesar mungkin
b. Melakukan smash lebih ke belakang untuk mendapatkan ketinggian yang bagus
c. Bidang raket mengarah ke bawah pada saat persentuhan raket dengan shuttlecock
d. Menyetuh shuttlecock pada saat berada dimuka tubuh
e. Pada saat persentuhan, pergelangan tanngan dan lengan bawah berputar dengan cepat

6. Score game untuk permainan bulutangkis adalah…
a. 11
b. 15
c. 21
d. 25
e. 30

7. Sahnya lompatan (lompat jauh) menurut juri adalah…
a. Tolakan dilakukan dibelakang papan tolakan
b. Tolakan dilakukan didepan papan tolakan
c. Tolakan dilakukan tepat dipapan tolakan
d. Tolakan dilakukan dengan dua kaki
e. Tolakan dilakukan dengan kaki kiri

8. Teknik yang benar melakukan lompat jauh gaya jongkok adalah…
a. Pada saat menolak, badan melenting dan tangan diatas seperti meraih sesuatu
b. Pada saat menolak, kaki melangkah di udara
c. Pada saat menolak, kedua kaki lurus kedepan dan diakhiri dengan posisi jongkok
d. Pada saat menolak, kedua kaki menekuk kebelakang dan dada dibusungkan
e. Pada saat menolak, kedua kaki menekuk

9. Awalan yang benar sebelum melakukan lompatan adalah…
a. Lari kencang dari awal
b. Lari pelan kemudian dipercepat
c. Lari dengan kecepatan sedang tapi mantab
d. Lari senyaman mungkin
e. Berjalan kemudian berlari

10. Kemampuan otot untuk melakukan tugas gerak yang membebani otot dalam waktu yang lama disebut…
a. Kekuatan otot
b. Daya tahan otot
c. Kemampuan otot
d. Kekebalan otot
e. Kelentukan otot

11. Kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan disebut…
a. Endurance
b. Flexibility
c. Speed
d. Strength
e. Power

12. Berikut yang merupakan termasuk latihan kekuatan otot perut adalah…
a. Push-up
b. Squat-jump
c. Pull-up
d. Sit-up
e. Step-up

13. Urutan badan pada gerakan guling depan saat mengenai matras adalah…
a. Kepala, tengkuk, punggung, panggul
b. Kepala, tengkuk, punggung, pinggang
c. Tengkuk, pinggang, punggung, panggul
d. Tengkuk, punggung, pinggang, panggul
e. Tengkuk, pinggang, panggul

14. Salto adalah suatu gerakan atau bentuk latihan yang merupakan gerakan……..
a. Guling di udara
b. Loncat di udara
c. Memutarkan badan
d. Mengombinasikan beberapa gerakan
e. Akrobatik yang sukar dilakukan

15. Tumpuan atau tolakan kaki pada loncat harimau adalah dengan menggunakan….
a. Salah satu kaki
b. Kedua belah kaki sejajar
c. Kedua belah kaki rapat
d. Kedua belah kaki bersilangan
e. Kedua belah kaki terbuka

16. Berikut adalah faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam senam irama, kecuali…
a. Adanya kontinuitas gerakan
b. Fleksibilitas
c. Keindahan gerak
d. Kelentukan
e. Daya tahan

17. Senam irama yang cocok diberikan kepada anak sekolah dasar adalah…
a. Senam aerobik
b. Senam ayo bersatu
c. Senam akrobatik
d. Senam semi-aerobik
e. Senam patah-patah

18. Dibawah ini yang bukan merupakan senam irama adalah…
a. Senam poco-poco
b. Senam ayo bersatu
c. Senam kesegaran jasmani
d. Senam lantai
e. Senam sajojo

19. Latihan pertama kali yang harus dilakukan oleh perenang pemula untuk belajar berenang adalah…
a. Belajar meluncur
b. Belajar mengapung
c. Belajar pengenalan air
d. Belajar gerakan lengan
e. Belajar gerakan kaki

20. Gerakan kaki pada renang gaya dada adalah…
a. Menendang kearah luar kemudian menutup bersama-sama
b. Mengayun keatas dan kebawah bergantian
c. Mengayun keatas dan kebawah secara bersamaan
d. Mengayun kesamping
e. Menendang keluar

21. Gerakan tangan pada renang gaya dada adalah…
a. Mengayun kesamping dengan tangan merentang selebar mungkin
b. Meluncurkan tangan dari dada kemudian mengayun sekuat tenaga dengan jari-jari membuka
c. Mengayun dari atas kebawah agar badan dapat naik
d. Meluncurkan tangan dari dada kemudian mengayun tangan kesamping sedikit kebawah, jari-jari menutup
e. Meluncurkan tangan dari dada kemudian mengayun tangan kesamping sampai belakang

22. Jari-jari tangan pada saat mengayun adalah…
a. Terbuka
b. Rapat
c. Ada sela antara ibu jari dengan telunjuk
d. Mengepal
e. Ibu jari menekuk

23. Pernapasan dalam renang gaya dada dilakukan pada saat…
a. Tangan meluncur dari dada
b. Tangan mulai mengayun kesamping bawah
c. Tangan kembali ke dada
d. Kaki menendang keluar
e. Kaki dan tangan sama-sama menutup

24. Pernapasan yang benar pada renang gaya dada adalah…
a. Menoleh ke samping
b. Mengangkat kepala lurus kedepan
c. Menoleh ke samping secara bergantian
d. Hanya menoleh ke samping ke satu sisi
e. Menoleh ke belakang

25. Penanganan luka gore untuk pertama kali adalah…
a. Diberi antiseptic
b. Dibersihkan lukanya
c. Diplester
d. Dibebat tekan
e. Diperban

26. Di bawah ini termasuk jenis luka ringan, kecuali…
a. luka iris
b. luka robek
c. luka memar
d. Syok
e. luka tusuk

27. Zat-zat gizi yang berfungsi mengatur kelancaran fungsi-fungsi organ adalah…
a. karbohidrat
b. protein
c. vitamin
d. mineral
e. air

28. Garam mineral yang sangat penting pembentukan sel darah merah…
a. Kalsium
b. Iodium
c. Fosfor
d. Zat besi
e. Zink

29. Makanan yang banyak mengandung vitamin adalah…
a. daging
b. tempe
c. nasi
d. telur
e. sayuran

30. Berikut adalah daftar makanan yang mengandung banyak protein, kecuali…
a. daging ayam dan tempe
b. daging sapi an telur
c. tahu dan tempe
d. wortel dan sawi
e. kedelai dan kacang

II. Soal uraian
Jawablab pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Bagaimana cara melakukan dribble bolabasket yang benar?
2. Bagaimana pegangan backhand bulutangkis yang benar?
3. Jelaskan urutan melakukan lompat jauh gaya jongkok yang benar!
4. Sebutkan latihan yang berguna untuk melatih otot perut!
5. Bagaimana melakukan guling depan yang benar?
6. Bagaimana gerakan kaki dalam renang gaya dada?
7. Bagaimana gerakan tangan dan pernapasan dalam renang gaya dada?
8. Jelaskan cara menangani luka ringan dalam P3K?
9. Sebutkan dan jelaskan macam-macam zat gizi dalam makanan!
10. Sebutkan bahan makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan vitamin, masing-masing 3 contoh!

Comments (4) »

Olahraga Mempertajam Kekuatan Mental dan Menambah Kapasitas Dalam Berpikir

A. Olahraga Mempertajam Kekuatan Mental
Manfaat olahraga dalam rangka menjaga kesehatan tubuh telah lama dibuktikan. Latihan atau olahraga tidak hanya penting untuk memelihara kebugaran fisik tetapi juga kesehatan mental. Dewasa ini, efek positif atau manfaat olahraga bertambah panjang dengan adanya temuan bukti baru dari Daniel M. Landers, yang merupakan profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona.

Cukup dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap hari, maka kesehatan mental dapat meningkat dengan cepat. Selain itu, daya pikir akan bertambah jernih, dan dapat mengurangi ketegangan (stress), serta membuat perasaan menjadi lebih riang. Menurut Landers, ada 5 manfaat olahraga yang dapat menyehatkan mental seseorang.

Telah terbukti bahwa dengan melakukan kegiatan fisik secara rutin, seseorang dapat meningkatkan daya reaksi, konsentrasi, kreativitas, dan kesehatan mental. Hal ini dikarenakan tubuh yang sehat dan prima akan memompa lebih banyak darah. Banyaknya darah yang dipompa akan menghasilkan peningkatan kadar oksigen dalam darah sehingga mempercepat aliran darah menuju otak. Para ahli telah sepakat bahwa otak seseorang yang mendapat kecukupan asupan darah akan menghasilkan peningkatan dalam reaksi fisik dan mental.

Selain itu, riset membuktikan bahwa latihan sederhan seperti jalan kaki secara teratur dapat membantu mengurangi penurunan mental pada wanita usia di atas 65 tahun. Semakin sering dan lama hal ini dilakukan maka penurunan mental pun kian melambat. Kabarnya, telah banyak orang yang merasakan manfaat dari latihan sederhana tersebut. Latihan ini tidak harus dilakukan dalam intensitas tinggi karena latihan ini dapat dilakukan dengan berjalan kaki di sekitar rumah.

Sudahkah Anda berolahraga dengan rutin? Jika Anda sudah melakukannya, pasti sudah banyak pula manfaat yang telah Anda rasakan selama ini. Baik yang dapat dirasakan secara langsung, maupun yang Anda alami dalam jenjang waktu tertentu. Semua manfaat tersebut, merefleksikan atau menggambarkan keseriusan usaha yang Anda lakukan dalam latihan.

Namun lebih dari itu, masih banyak lagi manfaat yang bisa didapatkan dengan berolahraga. Manfaat olahraga selain dapat mewujudkan kesehatan fisik dan kesegaran mental, tetapi juga memberikan kebanggaan atas apa yang telah dilatihkan dengan tekun. Misalnya, sebagai atlet yang memperoleh prestasi dalam sebuah cabang olahraga. Selain itu, banyak juga masyarakat yang telah bekerja memilih mengikuti senam aerobik di sela-sela kesibukkan mereka. Mereka beralasan bahwa kalau jantung kita bekerja pada saat berolahraga, maka otomatis konsentrasi pikiran tidak akan terfokus pada urusan pekerjaan lagi. Selain dapat mengalihkan pikiran, aerobik yang rutin juga dapat meningkatkan ketahanan kardiovaskular, sehingga nantinya kita dapat bersikap tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi suatu masalah.

Penelitian menunjukkan bahwa dengan berolahraga maka terjadi penambahan gelombang alfa di otak. Gelombang alfa ini berhubungan dengan keadaan rileks atau santai seseorang, seperti pada waktu bermeditasi. Gelombang ini terlihat pada seorang yang sedang joging dalam waktu 20 sampai 30 menit, dan tetap dapat diukur setelah olahraga tersebut berakhir. Para peneliti mengemukakan bahwa bertambahnya kekuatan gelombang alfa memberikan kontribusi kepada keuntungan kejiwaan dari olahraga, termasuk berkurangnya kecemasan dan depresi.

Salah satu kentungan kejiwaan yang lain yaitu munculnya rasa percaya diri dalam diri seseorang. Jadi dewasa ini, percaya diri tidak hanya dapat dicapai dengan mengandalkan keindahan fisik saja. Sebuah studi kasus di AS membuktikan kalau para remaja yang aktif berolahraga memiliki kadar kepercayaan diri yang sama kuat dengan teman-teman mereka yang memiliki tubuh dan penampilan indah. Kemantapan diri ini terletak pada hasil yang mereka dapatkan, yakni citra tubuh yang sehat dan kekuatan fisik yang prima, bukan semata giat berolahraga karena terobsesi dengan figur fisik para model di sampul majalah.

Dengan keadaan tersebut maka, hiasilah hidup dengan aktifitas olahraga karena olahraga akan mewujudkan kesehatan dan kebugaran tubuh, kesehatan otak, penurunan tingkat stress, serta meningkatkan rasa percaya diri. Semoga bermanfaat.

B. Olahraga Menambah Kapasitas Dalam Berpikir
Olahraga atau latihan fisik yang dilakukan secara rutin dan sesuai dengan porsi dari setiap individu akan dapat meningkatkan jumlah darah yang dipompa keseluruh tubuh. Semakin banyak darah yang mengalir ke otak semakin banyak pula oksigen yang disuplai ke otak sehingga sel-sel otak dapat bekerja dengan baik.
Penelitian lain membuktikan bahwa sel saraf otak yang rusak akibat stres dan kerja dapat ditumbuhkan lagi dengan program olahraga selama 3 bulan. Akibatnya, sel-sel saraf yang berhubungan secara erat satu sama lain juga bertambah. Apabila hal ini berkesinambungan maka kapasitas berfikir kita akan semakin besar dan cepat.

Selain itu, di dalam otak juga terdapat zat protein yang dinamakan dengan Brain-Denved Neurotrophic Factor (BDNF). Zat protein ini memungkinkan sel-sel saraf otak untuk membentuk percabangan baru atau jalinan baru. Dengan adanya cabang baru tersebut, kita dapat lebih mudah menguasai ilmu pengetahuan, keterampilan, dan lain-lain. Salah satu hal yang dapat meningkatkan BDNF ini yaitu dengan berolahraga secar teratur. Sehingga dapat disimpulakan bahwa olahraga dapat meningkatkan konsentrasi, dan menambah kapasitas berfikir kita.

Daftar Rujukan

http://www.smallcrab.com/kesehatan/25-healthy/605-manfaat-olahraga-bagi-kesehatan-mental, (Diakses 7 Desember 2009).

http://281online.tripod.com/iptek/fungsiotak.html, (Diakses 7 Desember 2009).

Guntar, Akhmad. Olahraga ternyata juga Bikin Lebih Pinter Meningkatkan daya Ingat, (Online),(http://akhmadguntar.com/wawasan/olahraga-tyt-jg-bikin-lebih-pinter/, Diakses 7 Desember 2009).

Leave a comment »

KELELAHAN OTOT

1. Definisi
Kelelahan otot adalah ketidakmampuan otot untuk memepertahankan tenaga yang diperlukan atau diharapkan.
2. Sistem Syaraf pusat dan Kelelahan Otot Lokal
Pada saat terjadi kelelahan otot, tempat dimana terjadinya gangguan, mengembalikan sinyal atau isyarat ke system syaraf pusat(otak) melalui system syaraf sensoris. Dalam putaran ini, otak mengirimkan sinyal penghambat ke sel-sel syaraf didalam system motorik dan menyebabkan menurunnya kerja otot. Selama istirahat penuh, daerah yang mendapat gangguan cenderung untuk menyimpan kembali sinyal tersebut di dalam otot, dan kelelahan secara berangsur-angsur menjadi berkurang, atau tidak tampak. Kalau pengalihan kegiatan dilakukan selama periode istirahat, sinyal yang lain dari perifer atau dari otak itu sendiri akan mengenai daerah fasilitator otak. Sebagai akibatnya, impuls-impuls fasilitator akan dikirimkan ke system motorik, menyebabkan unjuk kerja otot lebih baik atau mempercepat pulih asal dari kelelahan.
3. Kemungkinan letak dan penyebab kelelahan otot
Di dalam tubuh, otot atau sekelompok otot dapat mengalami kelelahan, karena kegagalan salah satu atau keseluruhan dari perbedaan mekanisme neuromuskuler yang terlibat didalam kontraksi otot. Hal ini dapat disebabkan :
1. Syaraf motor yang menyarafi serabut – serabut otot di dalam kesatuan motor untuk mengirimkan rangsangan – rangsangan persyaratan ( nervous impulses )
2. Persimpangan neuromuskuler ( neuromuscler junction ) memancarkan rangsangan – rangsangan persyarafan dari syaraf motor ke serabut – serabut otot.
3. Mekanisme kontraktil itu sendiri untuk menghasilkan tenaga, dan
4. Sistem syaraf pusat, seperti otak dan spinal cod memulai dan memancarkan rangsangan – rangsangan persyarafan ke otot
4. Kelelahan pada Neuromuscular Junction
Bentuk kelelahan ini tampaknya lebih umum terjadi pada kesatuan motor FT, dan boleh dianggap sebagian terbesar kelelahan dari serabut – serabut FT jika dibandingkan dengan serabut – serabut ST. Kegagalan dari neuromuscular junction untuk memancarkan rangsangan – rangsangan persyarafan ke serabut – serabut otot adalah faktor terbesar yang menyebabkan penurunan pengiriman bahan – bahan kimia, asetilkolin dan akhiran syaraf ( nerve ending ).
5. Kelelahan dalam mekanisme kontraktil
Beberapa faktor yang terlibat didalam kelelahan itu adalah mekanisme kontraktil itu sendiri:
a) Penumpukan asam laktat
Pendapat bahwa penumpukan asam laktat menyertai didalam proses kelelahan. Diperkuat oleh fakta dimana dua mekanisme secara fisiologis yang karena asam laktatnya menghalangi fungsi otot. Kedua mekanisme tersebut tergantung pada efek asam laktat pada pH intraseluler atau konsentrasi ion hidrogen (H+).
Dengan meningkatkan asam laktat konsentrasi H+ meningkat dan pH menurun. Dilaen pihak peningkatan konsentrasi ion H+ menghalangi proses rangkaian eksitasi. Oleh menurunya sejumlah Ca2+ yang dikeluarkan oleh retikulum sarkoplasma dan gangguan kapasitas juga meningkat Ca2+ dengan troponin. Demikian hambatan glikolisis mengurangi penyadiaan ATP untuk energi.
b) Pengosongan simpanan glikogen otot
Latihan yang lama (umpama 30menit – 4jam) glikogen otot didalam beberapa serabut terutama serabut otot ST hampir seluruhnya dikosongkan. Sehingga menyebabkan kelelahan kontraktil. Ini pemikiran yang benar walaupun asam lemak bebas dan glikogen dari hati lebih dari cukup tersedia sebagai bahan bakar untuk serabut-serabut otot. Bahan bakar lainnya tidak dapat sepenuhnya menutupi kebutuhan energi serabut-serabut otot yang glikogennya terkuras.
Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kelelahan selama periode latian yang lama :
a. Rendahnya glukosa darahmenyebabkan pengosongan cadangan glikogen hati.
b. Kelelahan otot lokal yang disebabkan pengosongan cadangan glikogen otot.
c. Dehidrasi dan kurangnya elektrolit menyebabkan temperatur tubuh meningkat.
d. Rasa jenuh atau bosan.
6. Faktor-faktor Lain
Beberapa factor lain sebagai tambahan, tetapi kurang diperhatikan, yang mungkin mempunyai andil besar dalam kelelahan otot adalah :
• Kurangnya oksigen
• Tidak memadainya aliran darah di serabut-serabut otot.

Leave a comment »

Tugas Mengisi Scoresheet Pada Pertandingan Tenis Senior Dalam Rangka Dies Natalis UM

Dalam rangka menyambut Dies Natalies UM ke-56 Universitas Negeri Malang mengadakan pertandingan tenis antar instansi di Lapangan Tenis Indoor Puncak Buring Indah pada tanggal 22-23 Oktober 2010.

Kami sebagai mahasiswa FIK UM 2008 mendapat tugas MK Tenis Lapangan II untuk mengisi scoresheet pertandingan sebagai penerapan dari pembelaran scoresheet yang telah kami peroleh. Tugas ini dilakukan secara individu.

Leave a comment »

Kejurnas Judo Mahasiswa di Universitas Padjajaran Bandung


Pada tanggal 6-7 Agustus 2010 telah dilangsungkan Kejuaraan Nasional Judo Antar Mahasiswa di GOR Padjajaran Bandung. Universitas Negeri Malang mengirimkan 9 atletnya yang berasal dari UKM PJSI (Judo Malang). Sayangnya, kami masih belum mampu menyumbangkan medali untuk universitas tercinta kami.

 

Peserta kejurnas berasal dari beberapa Universitas di Indonesia, diantaranya adalah; UN Padang, Universitas Trisakti Jakarta, UNJ, UPI, UNPAD, STT TELKOM BANDUNG, UNESA, UM, UNY,dll.

Pada tanggal 5 Agustus peserta berkumpul di kantor pusat KONI Bandung untuk melakukan penimbangan dan technical meeting. Pada tanggal 6 Agustus dilangsungkan babak penyisihan untuk kelas -55kg (Pa) sampai -73 kg (Pa) serta -45kg (Pi) sampai -63kg (Pi) dan pada tanggal 7 Agustus dilangsungkan penyisihan -81kg (Pa) sampai +100kg (Pa) serta -70kg (Pi) sampai +78kg (Pi) dan final untuk semua kelas baik putra maupun putri.


 

Leave a comment »

Design a site like this with WordPress.com
Get started